Jumat, 12 Juni 2015

Cintaku Untukmu, Cintamu Untuknya


Cintaku Untukmu, Cintamu Untuknya
Bersama dinginnya malam dan bintang-bintang yang bersinar, diriku terdiam dalam sunyi. Aku merasa dunia ini telah berubah. Sekarang tak seperti dulu lagi. Sekarang semua itu telah berubah tak seperti apa yang aku inginkan. Awalnya memang sulit untuk menyikapi semua itu, tapi seiring berjalannya waktu membuatku semakin terpuruk akan semua itu. Aku merasakan di tahun ini begitu sunyi, tak seperti tahun kemarin. Mungkin inilah hari-hari yang harus aku jalani.
~~~***~~~
Berawal dari sebuah ekstra yang wajib di laksanakan seorang murid, aku memulai sebuah cerita yang baru. Entah dari mana istimewa itu ada pada dia, tapi aku merasa dia itu istimewa. Ya, dari ekstra pramukalah aku mengawali sebuah cerita cintaku di SMA. Awalnya aku biasa saja melihatnya, tapi seiring berjalannya waktu dan hampir setiap hari bertemu, kini rasa itu datang. Tuhan memang selalu tahu apa yang hamba-Nya inginkan. Tanpa sengaja, waktu PAB pramuka dia mengujiku. Aku sempat terkejut dengan semua itu. Tapi aku mencoba menenangkan hatiku agar aku tak menjadi salah tingkah dihadapannya. Di saat itulah, aku mengetahui namanya. Tapi aku lebih sering memanggil dia dengan sebutan kakak ganteng. Karena dia memang kakak seniorku dan seseorang yang mengawali kisah cintaku di SMA.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, lama-lama rasa ini semakin lebih dari seorang adik kelas kepada kakak kelas. Tapi waktu bertemu dengannya tak ada rasa yang aneh dalam diriku. Tetap saja tak ada rasa jantung yang berdetak kencang. Satu per satu tentang dirinya lama-lama aku ketahui. Kini UN semakin dekat, try out demi try out dilaksanakan. Bahkan Ujian Sekolah baru saja selesai. Hari-hari itu membuatku bimbang dengan semua yang terjadi padaku. Aku kini telah berubah tak seperti dulu lagi. Semenjak kenal dan punya rasa padanya, aku sudah tak seperti dulu lagi. Bahkan nilai-nilaiku hampir saja jatuh karena sering memikirkannya.  Dan kini UN telah selesai dilaksanakan. Bulanpun berganti, baru saja acara perpisahan itu selesai. Ingin ku ulang semua selama satu tahun ini, tapi manusia tak mungkin bisa mengulang atau memutar waktu yang lampau.
Hanya sebuah kenangan saat masih bersama yang tertinggal. Dia orang pertama di masa putih abu-abuku telah pergi. Entah hari itu adalah hari terakhirku atau tidak, entahlah. Yang pasti semua ini harus aku jalani. Kini tempat itu semakin sunyi tanpa kehadirannya. Setiap kali ingat kebersamaan kita, aku merasa sedih yang begitu mendalam.
~~~***~~~
Hari ini hari pertamaku menginjakkan kakiku di tempat yang penuh kenangan bersamanya ini. Pertama masuk, rasanya asing bagiku. Seperti dulu waktu pertama kali aku menginjakkan kakiku di tempat ini. Ingin sekali aku menjerit sekeras-kerasnya, tapi itu tak mungkin aku lakukan. Ku tahan semua air mataku yang ingin sekali mengalir deras di pipiku. Setelah sekian lama libur, kembali ke tempat itu adalah hal yang terburuk. Kini seperti tak ada rasa semangat untuk sekolah, yang ada hanya sebuah rasa putus asa tak ingin menginjakkan kaki di tempat ini. Sungguh menyakitkan untukku atas semua ini. Ingin sekali aku berlari jauh dari semua tentang kenangan bersamanya, meninggalkan semua yang membuatku semakin teringat padanya.
Hari demi hari aku lalui di tempat itu. Semakin lama aku bisa melupakan satu demi satu kenangan bersamanya. Tapi jika teringat, itu membuatku semakin sakit dan tak ada rasa harapan lagi untuknya. Suatu hari tanpa aku sengaja, aku melihat tweet di twitternya dia memanggil salah seorang cewek dengan sebutan “sayang”. Dengan kata-kata itu, diriku semakin jatuh sakit. Aku benar-benar sudah tak tahan dengan semuanya itu, mungkin inilah saatnya aku melupakannya. Tapi apa mungkin aku bisa membencinya??, dialah yang selama beberapa bulan ini menjadi orang yang berarti untukku. Walau rasa di hati sakit, aku tetap berpikir positif. Tapi di hari lain, dia selalu memanggil cewek itu dengan sebutan seperti itu lagi. Apalagi si cewek menyebutkan bahwa mereka telah berhubungan 11 bulan yang lalu. Aku tak tahu apa yang terjadi. Jadi selama ini dia telah menjadi milik orang lain?? Tapi kenapa semua ini harus terjadi kepadaku. Mengapa aku bisa sayang pada orang yang telah menjadi milik orang lain.
Bulanpun berganti, aku tahu bulan ini dia anniversary dengan cewek itu. Aku benar-benar tak ingin sakit lagi karenanya, maka dari itu aku tak membuka media sosial. Entah apa yang terjadi kepadaku lagi, aku menghubungi dia lagi. Padahal sudah jelas-jelas dia telah menjadi milik orang lain. Setiap aku hubungi, dia tak pernah membalasnya. Entahlah, sekarang dia benar-benar berubah tak seperti dulu waktuku kenal dia pertama kali.
Semuanya telah usai. Aku tak ingin ada lagi air mata yang keluar membasahi pipi mungilku ini untuk orang yang tak pernah sayang kepadaku. Tak ada artinya lagi aku menangisinya, dia bukan siapa-siapaku. Semua tentang kita telah berakhir, tak ada apa-apa lagi diantara kita. Jika mungkin semua yang dulu terulang kembali, aku tidak ingin mengulanginya. Sudah terlalu sakit aku karena dirimu. Mungkin kamu bisa melakukaan semua ini kepadaku, tapi aku tidak bisa melakukan ini kepada orang yang aku sayang. Walau kadang rasa kangenku ini muncul kepadamu, aku tak akan membiarkan rasa itu terlalu lama di dalam hati. Bukannya aku benci dengan kamu, tapi aku ingin kembali lagi seperti dulu ke diriku yang dulu sebelum ku mengenal dirimu. Hanya sebuah kasih sayang yang tuluslah yang aku harapkan, bukan sebuah harapan yang membuatku sakit.dulu memang pernah ada rasa suka, tapi sekarang hanya rasa sakit yang ada. Buat kamu, berbahagialah bersamanya. Mungkin ini yang terbaik untukku, untukmu, dan untuk dia. Walaupun kamu pernah sekali menyakitiku, kamu akan ada di hati walau sebagai seorang yang telah menyakitiku.
~~~end~~~

Cinta Pertamaku di SMA


Cinta Pertamaku di SMA

Kenalin, namaku Adiba Shakila Atmarini dan akrab dipanggil Shakila. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Kakak aku bernama Achmad Sakha Arkan Wiratama yang akrab dipanggil Sakha. Kakakku itu orangnya perhatian, baik, pintar, rajin, dan idola anak cewek di sekolah. Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Aku berangkat agak pagi, karena masuknya jam 6. Maklumlah, aku harus berangkat pagi karena aku anak baru di sekolah itu. Setelah upacara pembukaan MOS, kini mulailah kakak-kakak senior ngerjain juniornya. Entah salah apakah aku, salah satu kakak kelas memanggilku.

“woi, ke sini kamu”, panggilnya kakak itu.
“aku yang kakak maksud?”, tanyaku ketakutan.
“ya iyalah, siapa lagi kalau nggak kamu”
“kenapa ka?”, tanya salah satu kakak senior yang ganteng banget.
“nggak ada apa-apa kok yan”
“ya sudah jangan di bentak gitu dong, santai aja kali..”
“nggak jadi, kembali lagi kamu ke barisan”

Setelah itu aku kembali kebarisanku. Baru satu hari saja sudah begini, apalagi nanti kalau sudah jadi adik kelasnya. Selesai kegiatan ospek, aku langsung pulang. Karena tak ada yang jemput, maka aku menunggu angkot untuk pulang. Saat aku menunggu angkot, tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai motor V-ixion yang berhenti di depanku. Tak kusangka, dia adalah kakak senior yang menolongku tadi.

“belum pulang dek?”, tanyanya.
“belum kak, baru nunggu angkot”, jawabku.
“ya sudah, bareng kakak saja”
“nggak ah, terima kasih”
“oh ya, namamu siapa? Kenalin, nama kakak Adrian Pradipta Amzari. Panggil saja kakak Adrian”, sambil mengulurkan tangan kanannya.
“aku Adiba Shakila Atmarini, biasa di panggil Shakila”
“gimana? Jadi bareng nggak?”, tanyanya lagi.
“nggak kak, terima kasih. Itu sudah ada angkot, aku duluan ya kak”, menuju ke angkot.
“iya, hati-hati ya”

Kemudian aku naik kedalam angkot itu. Sampai rumah, kakakku belum pulang. Padahal aku ingin tanya soal kakak kelas cewek tadi yang memanggil aku. Tapi tak lama kemudian kakakku itu pulang.

“sudah pulang kamu”, tanya kak Sakha.
“iya kak, baru saja. Oh ya kak, ada yang mau aku tanyain nih ke kakak”
“apa?”
“kakak tahu nggak, kakak cewek tadi yang memanggil aku?”
“oo... itu, tahu. Emang kenapa?”, tanyanya.
“akukan nggak salah apa-apa, masa’ dipanggil sama dia. Aneh banget kan”
“emang gitu orangnya. Terus kamu diapain?”
“nggak diapa-apain sih, tapi tadi ditolong sama pangeran ganteng. Cewek itu siapa sih kak namanya?”
“dia Alika Naila Putri, tapi biasa dipanggil Alika. Emang pangeran ganteng itu siapa?”
“dia kak Adrian Pradipta Amzari. Kak Adrian orangnya gimana kak? Orangnya menjabat jadi apa di OSIS? Baik nggak orangnya?”, tanyaku membrondong.
“o.. Adrian, dia baik kok dan di OSIS dia menjabat sebagai wakil”
“wakil ketua OSIS maksudnya?”
“ya. Gimana menurutmu ospeknya tadi?”
“menyebalkan”

***
Hari ini hari keduaku MOS, aku harus lebih hati-hati dengan kakak senior. Apalagi sama kak Alika yang super judesnya itu. Entah ada apa nanti, sejak berangkat sekolah aku ngerasa nggak enak. Kegiatan hari ini nggak begitu berat, karena hanya pemberian materi saja.

“dek, kenapa kamu masih di luar?”, tanya kak Adrian.
“nyari atributku yang hilang kak”
“bukannya ini waktunya masuk untuk pemberian materi?”, tanyanya lagi.
“iya sih kak, tapi gimana? Atributku kurang?”, kataku agak sedikit sedih.
“hey, ada apa ini? Kamu kok masih di luar?”, tanya kak Alika si cewek judes.
“i..ini kak, atributku ada yang hilang”, jawabku ketakutan.
“kalau ada yang hilang, ya bilang saja kalau hilang”
“iya Shakila, bilang gitu saja kalau ada pemeriksaan”
“makasih ya kak”, kataku dengan meninggalkan mereka berdua. “tumben banget dia baik, apa mungkin karena ada kak Adrian?”
“kamu kenal yan sama dia?”, tanya Alika.
“baru saja kemarin. Ya sudah, aku tinggal dulu ya ka”, dengan meninggalkan Alika.

Setelah pemberian materi, semua murid baru dikumpulkan dilapangan sepak bola yang panasnya minta ampun. Aku jadi semakin takut, gimana nanti kalau ada kakak senior yang memeriksa. Dan akhirnya benar terjadi, murid baru yang nggak lengkap atributnya disuruh maju kedepan.

“adik-adik, dimohon atributnya yang nggak lengkap diharapkan maju kedepan. Disini nggak boleh ada kebohongan, disini hanya ada kejujuran”, kata salah satu kakak senior.
“gimana nih Fa? Atributku kurang, masa’ aku harus maju”, kataku pada temanku.
“maju saja, bilang kalau atributmu hilang tadi jatuh. Kan harus jujur nggak boleh ada kebohongan”, jawabnya Safa.
“iya sih, tadi kak Adrian sama kak Alika juga bilang gitu ke aku”
“ya sudah, maju gih sana. Daripada terkena hukuman di akhir nanti”
Kemudian  aku beranikan diri untuk maju kedepan. Emang berani nggak berani juga harus kedepan. Mau giimana lagi, nggak ada pilihan lain selain maju kedepan.

“dek, kenapa kamu maju? Emangnya atributmu ada yang kurang?”, tanya kak Sakha berbisik kepadaku.
“gelang permenku hilang kak”
“kok bisa hilang?”
“tadi jatuh, tapi saat ku cari lagi sudah nggak ada”
“adik-adik, enaknya teman-teman kalian ini diapain?”
“suruh joget saja kak”, celetuk salah seorang murid baru.

Setelah semua kegiatan selesai, kini waktunya pulang. Waktu aku pulang menunggu jemputan, tiba-tiba hujan turun. Dan tanpa kusadari, di sampingku telah ada kak Adrian yang juga menunggu jemputan. Saat aku sedang asyik-asyiknya ngobrol dengan kak Adrian, aku sudah di jemput.

“lho... ternyata ada kakak toh”, celetukku.
“iya Shakila, kakak sudah dari tadi disini.kamu nunggu angkot?”, tanyanya.
“nggak kak, kebetulan aku dijemput hari ini. Kakak nggak pakai motor?”, tanyaku kembali.
“nggak, kebetulan motor kakak baru dipakai”
“sepertinya kakak kedinginan, nih pakai jaket aku aja. Oh ya kak, aku sudah dijemput tuh. Duluan ya..”
“iya hati-hati”, katanya. “siapa ya yang jemput Shakila? Baru saja aku mau menyatakan perasaanku padanya, eh malah dia di jemput sama pacarnya. Tapi kayanya aku kenal sama cowok itu, bukannya dia itu Shaka?”
***
Hari ini hari terakhir MOS, aku harus lebih bersemangat lagi. Tak terasa, hari ini aku akan di resmikan menjadi anak SMA Bina Bangsa. Kegiatan hari ini hanya senang-senang saja setelah dua hari kemarin banyak kegiatan.

“hey Shakila, selamat ya. Sebentar lagi resmi menjadi anak SMA Bina Bangsa”, kata kak Adrian memberi ucapan selamat kepadaku.
“terima kasih ya kak”
“Shakila”, panggil kak Shaka.
“hey kak”, dengan melambaikan tangan.
“kemarin yang jemput kamu itu Shaka? Dia itu pacarmu?”, tanya kak Adrian.
“nggak”
“terus kenapa dia panggil kamu?”
“eh sama Adrian.. hey bro. Kil, bilang ke mama ya. Nanti kakak pulangnya telat, soalnya ada kumpul sama anak basket sebelum tanding besok”, kata kak Shaka.
“iya kak”
“kakak, mama? Apa maksudnya?”, tanya kak Adrian kebingungan.
“oh ya, aku belum kenalin ke kamu. Kenalin yan, ini Shakila adik aku”
“kenapa kamu nggak bilang dari kemarin-kemarin Shak?”
“dianya nggak mau yan, dia sering cerita tentang kamu lho yan”
“ih... kakak apa-apaan sih”
“ya sudah, aku titip adikku ya yan, jaga dia baik-baik dan jangan sampai kau buat dia menangis”
“tapi gue boleh jadi adik ipar lho kan?”, tanya kak Adrian pada kak Shaka.
“boleh-boleh saja. Duluan ya bro”
“Adiba Shakila Atmarini, kamu mau nggak jadi pacar aku?”
“em... gimana ya kak?”
“kok malah tanya balik. Ya sudah, kakak ulangi lagi. Kamu mau nggak jadi pacar kakak?”, tanyanya lagi.
“aku.. mau... jadi... pacar kakak”, jawabku.

Setelah itu aku dan kak Adrian resmi pacaran. Kami selalu berdua kemana-mana, sampai-sampai teman-temanku pada iri kepadaku. Kadang ada yang bilang, aku pacaran sama kak Adrian karena aku adiknya ketua OSIS. Ada juga yang bilang, aku Cuma cari sensasi saja. Tapi kak Adriian selalu menghiburku kalau ada kata-kata yang tak mengenakkan aku. Aku senang, karena kak Adrian adalah cinta pertamaku. Sebelumnya aku belum pernah pacaran, apalagi dekat dengan cowok. Kak Adrian bagaikan pangeran yang Tuhan kirimkan untukku.


---THE END---

By : Eka Feriana
Kudus. 11 juni 1998

ulasan/ review film 5 cm


Pendahuluan


Film “5 cm”

Film ini mengisahkan tentang persahabtan 5 orang yang begitu mengasikkan. “persahabatan” adalah kata yang menjadi  alasan mereka untuk selalu bersama. Yaitu Genta, Ian, Riani, Arial, dan Zafran. Kelima sahabat ini memiliki kisah yang menarik sehingga  dituliskan dalam sebuah novel dan akhirnya diangkat ke layar lebar.

Evaluasi

Film ini diawali dengan seorang tokoh Zafran yang memperkenalkan karakter sahabat-sahabatnya. Diawali dengan adegan makan di sebuah rumah makan, saat bersamaan Zahfran sebagai narator memperkenalkan sahabat-sahabatnya tersebut. Kemudian mereka menuju ke rumah Arial, mereka mulai bosan dengan persahabatan yang mereka jalani selama 10 tahun sampai sekarang. Untuk menghilangkan kebosanan Genta mengusulkan untuk tidak bertemu selama 3 bulan. Awalnya Riani bersikeras tidak setuju namun akhirnya dengan beberapa alasan akhirnya semua menyetujuinya.
Dalam dialog Genta,  dia menyuruh untuk tidak melakukan komunikasi dalam bentuk apapun antar sahabatnya itu. Genta tidak memberitahukan apa rencana yang akan dilakukan saat mereka bertemu nanti , namun dia akan mengirimkan pesan 1 minggu sebelum mereka bertemu. Malam itu merupakan malam terakhir mereka berkumpul bersama. Kemudian ceritanyapun terus berjalan dengan aktifitas tiap-tiap tokoh saat tidak berkumpul bersama sahabatnya. Pada saat adegan Genta selesai bertemu dengan client dia mengirimkan pesan untuk keempat sahabatnya agar menyiapkan apa saja yang dibutuhkan dan harus berkumpul di statius kereta api senen pada pukul 14.00 tanggal 14 Agustus. Genta orang pertama kali sampai di Stasiun lalu yang kedua Zafran, ketiga Riani, kemudian Arial yang tidak disangka mengikutsertakan Adinda yaitu adiknya untuk ikut dalam perjalanan mereka.
Sampai tiba saatnya kereta untuk berangkat namun Ian belum juga datang. Sesaat kemudian Ian sampai di stasiun, akhirnya Ian mengejar kereta itu dengan bantuan Genta dan sahabat-sahabatnya. Pada saat adegan mereka duduk di kereta ian berpura-pura menjatuhkan sebuah kertas dan meminta Zafran untuk mengambil kertas. Tujuannya adalah agar sahabat-sahabatnya mengetahui bahwa Ian dipanggil untuk sidang skripsi. Saat adegan di kereta mulai ricuh karena sahabat-sahabatnya telah membaca isi dari kertas tersebut.
Sesampainya di Malang mereka mengendarai mobil Jeep untuk sampai di Taman Nasional Gunung Semeru. Pada saat melihat pucak Mahameru secara bersambungan mereka mengucapkan “kaki yang akan melangkah lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekat yang seribu kali lebih keras dari baa, hati yang akan bekera lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa”. Mereka akhirnya beristirahat di kampung Ranupani sebelum melanjutkan perjalanan esok hari. Keesokan harinya mereka mulai melakukan pendakian. Setelah pendakian yang begitu panjang dan melelahkan mereka sampai di Danau Ranukumbolo. “Ranukumbolo” adalah surganya Gunung Semeru yang airnya sangat jernih dan pemandangannya sangat indah. Setelah beristirahat sejenak mereka melanjutkan pendakian dan disitu mereka meliwati Tanjakan Cinta. Disebut Tanjakan Cinta karena dua sisi bukitnya mirip lambang cinta. Ada kepercayaan bahwa yang menaiki Tanjakan tersebut tanpa menoleh ke belakang maka semua impian tentang cintanya akan terwujud.
Zafran dan Ian bersemangat untuk meraih impian cintanya dengan menaiki Tanjakan tersebut. Namun semua keinginannya pupus karena saat Genta memanggil mereka malah menoleh ke belakang. Kemudian mereka melanjutkan pendakiannya sampai di Kalimati, disitu masih terasa abu vulkanik dari Gunung Semeru yang masih aktif. Mereka juga bertemu dengan para pendaki lainnya yang sedang beristirahat. Pada saat malam tiba mereka sampai di Arjopodo disana mereka tidur selama beberapa am dan tengah malam mereka mulai melakukan pendakian tanpa membawa barang bawaan. Di saat mereka mulai pendakian mereka berhenti untuk berdoa di sebuah makam pejuang terdahulu. Suhu di puncak sangat dingin sehingga mengakibatkan Arial kedinginan dan mereka berusaha menghangatkan badan Arial dengan memeluk badan Arial . setelah keadaan Arial stabil perjalanan di lanjutkan.
Pada saat puncak Mahameru telah terlihat pendakian mereka terhambat karena banyak batu dari puncak yang berjatuhan, sehingga Adinda dan Ian terluka. Ada adegan Ian disangka telah meninggal, namun ternyata dia hanya pinsan. Setelah Ian sadar mereka melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru dan akhirnya sampailah mereka di puncak tertinggi Jawa yaitu Puncak Mahameru. Sampai disana merupakan kebahagiaan dan kebanggakan mereka terhadap tanah Air , karena pada saat itu bertepatan pada tanggal 17 Agustus. Sehingga mereka dan para pendaki lainnya menancapkan Bendera Merah Putih dan memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih.
Puncak Mahameru merupakan samudra di atas awan karena di sana kita dapat merasakan dan melihat secara langsung pergerakan awan. Setelah mereka menikmati puncak Mahameru mereka kembali ke Ranukumbolo dan berenang di sana. Malam di RanukumboloGenta menyatakan perasaan terpendamnya terhadap Riani, tapi ternyata perasaan Riani bukan untuk Genta melainkan untuk Zafran.  Di dalam tenda Zafran dan Adinda mendengarkan percakapan mereka berdua, sehingga Zafran sadar bahwa Riani adalah wanita yang tepat untuk dia.
Setelah Ian telah menjadi sarjana, Genta telah sukses dengan karirnya, Arial telah sukses menyatakan perasaannya kepada Indi. Dan beberapa tahun kemudian cita-cita mereka terwuud yaitu berkumpul di rumah Arial bersama dengan pasangannya.  Zafran dan Riani bersatu dan dikaruniani anak yang bernama Zafran, Ian uga telah menikah dengan idolanya yaitu Happy Salma dan dikaruniai seorang anak, dan Arial yang sudah menikah dengan Indi dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki. Dan pada saat itu hanya Genta yang belum menikah, namun pada saat Genta masuk ke rumah Arial dan bertemu dengan Adinda secara tersirat disampaikan bahwa mereka saling mencintai.

Interpretasi
Penggambaran film ini sangat bagus dan banyak manfaatnya. Film ini banyak mengandung pesan moral yang dapat kita contoh dari film ini seperti kesetiaan persahabatan mereka yang tidak putus dari 10 tahun lamanya.
Film ini juga menampilkan kindahan alam Gunung Semeru, ceritanya yang menarik dan memotivasi untuk terus maju dalam mewujudkan cita-cita. Dalam film ini juga terdapat kelemahan yang membuat penonton heran antara lain, pada saat mereka datang kerumah Arial ada adegan yang tidak layak ditampilkan. Mereka sudah bersahabat selama 10 tahun, seharusnya dialog yang diucapkan serta adegan-adegan yang mereka lakukan bisa lebih baik lagi. Karena dialog-dialog mereka masih terlihat kaku dan canggung seperti baru bersahabat beberapa bulan saja.
Kesan lucu dan menjengkelkan juga ditampilkan dalam film ini yaitu pada saat adegan antara Zafran dan Arinda sedang bertelefon. Selain itu ada juga kelemahan yang lain. Ketika Ian mengejar kereta yang sudah berjalan, seharusnya Ian dapat masuk melalui pintu belakang bukan pintu masuk yang dilalui teman-temannya seperti pada film tersebut. Ada juga pada saat di tengah perjalanan mereka kehabisan air dan ketika mereka berjalan menemukan Danau Ranutumbolo seharusnya mengambil air sebanyak-banyaknya untuk persediaan yang akan datang, tetapi mereka tidak mengambil air itu malah mereka meminta air kepada orang yang sudah terlebih dahulu sampai di tengah peralanan.
Ada beberapa pertanyaan kecil dari penonton tentang adanya banyak pendaki pada saat di puncak Mahameru. Tidak ada adegan pendaki tersebut di puncak Mahameru tetapi tiba-tiba banyak pendaki yang berdiri dibelakang mereka berenam saat mereka akan memberikan penghormatan kepada bendera merah putih. Dalam film ini juga terdapat 2 cerita cinta yang telah berhasil membuat penonton menjadi penasaran yaitu cerita cinta antara Zafran, Riani, Arinda, dan Genta. Kebanyakan penonton mengira bahwa Riani dan Genta saling mencintai, namun nyatanya tidak. Riani mencintai Zafran bukan Genta.
Dalam sebuah film seharusnya ada konflik didalamnya, namun film ini tidak menampilkan konflik yang terjadi dari kelima tokoh tersebut. Dalam persahabatan itu pasti ada konflik yang terjadi, dan konflik tersebut seharusnya ditampilkan sehingga filmnya lebih masuk dalam hati penonton.
Ringkasan

Dibalik kelemahan-kelemahan dari fil tersebut dan juga peran tokoh yang kurang maksimal. Film tersebut memberikan motivasi banyak orang karena kebersamaan yang ditampilkan dari kelima sahabat tersebut. Film itu juga menampilkan keinadahan alam Indonesia khususnya Mahameru yang merupakan puncak gunung tertinggi di Jawa. Secara keseluruhan, film ini bukan hanya menuturkan tentang kisah persahabatan namun juga tentang cinta dan perjuangan. Film ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak karena ada adegan kurang etis yang ditampilkan diawal filmnya.